ads

ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Hotel di Pulau Nias

Hotel di Pulau Nias

Sebagian dari akomodasi di Nias sangat dasar. Ada beberapa bungalow yang bagus tepat di pantai.

1). Sorake Beach Resort
2). Sea Breeze Hotel
3). Berisiko Hotel
4). Magdalena Hotel
5). Inn Lantana
6). Olayama Hotel
7). Sun Beach Hotel

Dan Masih Ada Banyak Lagi Hotel/Tempat penginapan lainnya.

Oh iya jika berkenan silahkan berkunjung diKomunitas Belajar Komputer thx

Nias - Sumatera


Pulau Nias adalah 125km dari pantai barat Sumatera dan merupakan pulau terbesar di lepas pantai itu. Nias 130 km panjang dan lebar 45km, hanya lebih kecil dari Bali .

Peta NiasLegendaris untuk surfing, pulau ini pernah menyelenggarakan putaran Kejuaraan Dunia Surfing. Laporan bahwa surfing baik, jika tidak lebih baik setelah gempa bumi besar yang menyebabkan tsunami 2003. Hal ini melaporkan bahwa bagian besar dari karang telah mengangkat 1m atau lebih. Berbagai bagian yang terendam kini mencuat keluar dari air. Kondisi berselancar yang terbaik antara bulan April dan Oktober.

Penduduk diperkirakan sekitar 500.000 orang di Pulau Nias. Ibu kota Nias Gunung Sitoli. Bandara ini terletak 19km dari Gunung Sitoli dan pelabuhan laut 5 kilometer. 

Seperti Nias sulit untuk sampai ke sana terputus dari Sumatera selama beberapa abad, mengembangkan budaya khas sendiri itu. Orang-orang Niassian memiliki sejarah yang menarik dari animisme dan pemujaan leluhur. "Rumah adat '-.. Ukiran batu tua serta batu monolitik berdiri bebas dapat ditemukan di sekitar bagian tengah dari pulau Nias Beberapa dari tanggal tersebut kembali ke lebih dari 3000 tahun, yang tertua ditemukan di Indonesia Desa Holi memiliki tua 'rumah besar' dengan piramidal makam leluhur commemerating kepala besar.

Klik disini untuk mendapatkan artikel menarik seputar dunia Komputer

Lepas pantai Nias terletak 2 pulau-pulau lain - Pulau Bawa dan Pulau Aru. Pulau Bawa sangat baik untuk berselancar dan dapat diakses melalui feri publik. Ini naik feri 2 jam dari Nias.

Tidak ada feri ke Pulau Aru publik tetapi Anda dapat menyewa perahu dari Nias atau Bawa baik. Pulau ini memiliki beberapa istirahat karang tangan yang besar kiri.

Anda dapat terbang atau menangkap kapal feri ke Nias. Feri berangkat dari Sibolga dan perjalanan berlangsung 8 sampai 13 jam tergantung pada cuaca. Feri dijalankan oleh Pelni yang merupakan perusahaan menjalankan pemerintahan. Kunjungi website dasar mereka untuk detail feri www.pelni.com

Malaria telah dilaporkan di Pulau Nias sehingga mengambil tindakan pencegahan jika mengunjungi.

Pulau Nias

Pulau Nias

Nias (Tano Niha) adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah barat pulau Sumatera,Indonesia. Pulau ini dihuni oleh mayoritas suku Nias (Ono Niha) yang masih memiliki budaya megalitik. Daerah ini merupakan obyek wisata penting seperti selancar (surfing), rumah tradisional, penyelaman, lompat batu.

Pulau Nias dengan luas wilayah 5.625 km² ini berpenduduk 700.000 jiwa.

Agama mayoritas daerah ini adalah Kristen Protestan. Nias saat ini telah dimekarkan menjadi empat kabupaten dan 1 kota, yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli.

Klik disini untuk mendapatkan artikel menarik seputar Dunia Komputer

Keindahan Nias dari Ujung ke Ujung Tiada Duanya dari Hawai

Keindahan Pulau Nias Tiada Duanya dari Hawai

Keindahan Pulau Nias Tiada Duanya dari Hawai

Pantai Moale adalah satu dari 14 pantai indah di pulau Nias. Pantai ini memiliki garis pantai yang lurus dan panjang. Bagi para pelancong, titik ini menjadi obyek yang wajib dikunjungi. Jaraknya sekitar dua jam perjalanan darat dari Teluk Dalam, ibu kota Kabupaten Nias Selatan, atau sekitar tiga jam perjalanan dari Gunung Sitoli, Nias Induk. Di pantai ini berdiri kafe dan beberapa gubuk kecil berkapasitas enam sampai delapan orang untuk sekadar duduk-duduk menikmati indahnya laut.

Pantai Sorake (Sorake Beach)

”Pantai Sorake di Nias Selatan juga bagus banget saat matahari terbit. Di bulan Juni-Juli banyak turis bertandang untuk berselancar,” Pantai di Nias Barat pun tak kalah menggoda. Persisnya di Desa/Kecamatan Sirombu, Nias Barat. Di sore hari, pelancong bisa menikmati para penggembala menggiring sapi untuk pulang melewati pantai. Pemandangan itu begitu unik ketika sapi-sapi itu berlarian berarak di atas pasir pantai, sementara suara deru kaki-kakinya beradu dengan bunyi ombak laut yang tiada henti menepi. Di desa ini berdiri pelabuhan yang pemandangannya begitu indah karena sekitar satu mil dari pelabuhan terdapat pulau-pulau kecil seperti Pulau Asu dan Pulau Bawa. 

Artikel Menarik Lainnya
  1. Potensi Wisata Bahari Di Pulau Nias
  2. Keunikan Tersendiri Pulau Nias
  3. Hotel Nyaman di Pulau Nias
  4. Bahasa Daerah Nias
Ombak di pulau ini dulu mencapai tujuh sampai 10 meter sehingga banyak peselancar memacu andrenalinnya di sana. Keindahan alam bawah lautnya pun memesona untuk para penyelam. ”Sekarang sudah jarang peselancar bermain di sini. Akibat tsunami, ombaknya tidak sebesar dulu lagi,” Sekadar catatan, desa Sirombu mengalami kerusakan paling parah ketika tsunami menghantam Nias pada akhir Desember 2004. Puing-puing bangunan di pantai Sirombu mampu ”memberi” kabar betapa dahsyatnya daya rusak tsunami dan betapa berat penderitaan warga kala itu. Saat itu tercatat 850 korban meninggal dan 35.000 rumah hancur dan rusak. Sebagian besar terdapat di Sirombu. Masih ingin menjelajah pantai? Cobalah berkunjung ke Afulu di Nias Utara. Selain terdapat pantai pasir putih, pantai ini juga menyajikan keindahan pasir merah. Masyarakat Nias Utara menyimpan cerita tentang naga raksasa jahat yang tewas di tangan seorang pendekar sakti. Darah naga mengalir dan menyebabkan sepanjang pantai berwarna merah. ”Itu yang diyakini warga,” kata Elisman Nazara, warga Nias Utara. 

Batu Megalit Yang Masih Ada Sampai Sekarang

Batu Megalit Yang Masih Ada Sampai Sekarang

Batu Megalit Yang Masih Ada Sampai Sekarang

Batu Megalit Yang Masih Ada Sampai Sekarang

Wisata budaya Nias Di Jamin Memuaskan

Bila bosan menikmati keindahan alam, pelancong bisa menikmati wisata budaya Nias yang masih sangat kental, terutama di Nias Selatan. Desa-desa adat, batu megalitikum (batu besar), serta cerita yang melingkupinya amat menarik. Tanpa mengunjungi tempat-tempat tersebut, cerita mengenai keagungan megalitikum atau keunikan desa-desa adat terasa hambar.
Cobalah kunjungi batu megalitikum di Desa Lahusa Idano Tae, Kecamatan Gomo. Batu-batu ukuran raksasa itu merekam sejarah kebudayaan bagaimana para pendahulu warga Nias berperilaku. Nilai-nilai luhur dan kearifan lokal terekam abadi di antara batu-batu andesit itu.

Sayangnya, batu megalit di Lahusa Idano Tae yang diagungkan warga itu tidak terawat sehingga tidak menarik secara visual. Berbeda dengan megalit di desa Orahili Fau dan Bawomataluo, Kecamatan teluk Dalam. Batu-batu itu begitu terawat dan masih dimanfaatkan warga untuk sekadar duduk-duduk atau untuk upacara adat. Hampir di halaman setiap rumah terdapat batu besar sepanjang 1,5 meter, lebar 1 meter, tebal 20 sentimeter. Beberapa ukurannya sedikit lebih kecil. Peninggalan leluhur Nias berupa megalit itu terdapat pula di Desa Ulayama, Kecamatan Lolowa’u, dan Onolimbu, Nias Barat. Khusus di desa Bawomataluo, pelancong bisa menikmati sajian Tari Perang (Baluse) dan lompat batu (hombo batu), dua tradisi Nias yang amat terkenal itu. Dua tradisi ini sekarang kerap diperagakan khusus untuk menjamu para pelancong, tentu tidak gratis. ”Untuk peragaan tari perang biasanya kami minta tarif Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Dana ini untuk para pemain yang jumlahnya mencapai 50 orang,” kata Hikayat Manao, tokoh masyarakat Nias. Daya tarik budaya dan keindahan alam Nias seolah tiada habisnya meskipun pernah dikoyak tsunami. Dari ujung utara sampai ujung selatan Nias menyajikan keindahan yang sulit ditemukan di tempat lain. Sayangnya, infrastruktur dan fasilitas lain kurang mendukung keindahan itu. Jika pemerintah serius memerhatikan Nias, tentu potensi-potensi itu bisa menjadi sumber kesejahteraan dan kemajuan warga Nias.

Saohagolo.
Nias Sweet Home

Sumber www.museum.pusaka-nias.org

Keunikan Pulau Nias


Ada satu ciri khas dari Pulau Nias, apalagi kalau bukan sejarahnya menurut penelitian yang dilakukan oleh para peneliti. Pulau ini sudah dihuni oleh manusia sejak 3.000 tahun lalu. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya beberapa peninggalan sejarah yang masih dapat dijumpai hingga sekarang. Peninggalan-peninggalan dapat kita lihat di Bukit Tolobahu di sisi sebuah gereja di atas Desa Idano Tae, Gomo, sekitar 60 km dari Gunungsitoli. Di sini terdapat ratusan batuan bermacam bentuk seperti patung, altar dan benda lain yang diperkirakan telah berusia di atas 3.000 tahun.


Desa ini konon diyakini sebagai tanah leluhur nenek moyang pertama orang Nias. Sehingga tak heran, jika penduduk sekitar mengkeramatkan area kawasan ini.Di areal seluas 3.000 meter persegi ini ada meja batu yang semuanya berjumlah 62 unit. Tingginya berbeda-beda, ada yang 80 cm, 70 cm, 50 cm sampai 20 cm dengan ketebalan 10 sampai 20 cm. Benda lainnya adalah patung dengan hiasan kepala naga sejumlah 42 unit. Selain itu masih ada peti mayat, lesung pencucian kaki, mimbar, tiang pasungan, batu pancung, pilar gapura, kursi raja, kursi tamu, bangku pag raja, dan yang kecil untuk para abdi dan rakyat jelata.

Nias juga punya rumah adat. Lokasi yang paling terjaga terdapat di Desa Bawomataluo, Orahili dan Hilisimaetano, Kecamatan Teluk Dalam. Di desa-desa tradisional inilah terdapat hombo batu (susunan batu berbentuk kerucut setinggi dua meter) yang dikenal sebagai tempat latihan para pemuda yang akan berperang pada zaman dahulu. Pemuda yang akan berperang lulus seleksi bila mampu melompati batu ini. Logikanya sederhana, batu itu sebagai uji coba melewati benteng desa lawan yang umumnya terdiri dari batu setinggi dua meter juga.

Potensi Wisata Bahari

Pantai Nias
Pulau nias memiliki pantai, tempat berselancar ke dua terbaik di dunia setelah Hawaii karena memiliki ombak besar yang menakjubkan. Peselancar Australia yang pertama kali menemukan obak yang mempesona bagi banyak peselancar di seluruh dunia ini. Saat ini Nias telah menjadi tuan rumah Indonesia Open Surfing Championship di pantai Lagundri.

Pariwisata selancar telah memainkan peran yang bermanfaat di daerah pantai selatan dekat teluk dalam karena reputasinya sebagai salah satu dari sepuluh ombak terbaik di dunia, The best Ten Surf Point in The World. Ada dua pantai yang sangat terkenal di dalam negeri maupun di manca Negara yaitu pantai Lagundri dan Sorake. Jarak antara pantai Lagundri ke Sorake hanya 2 Kilometer. Kedua pantai ini terletak di desa Botohilitano sekitar 13 Km dari Teluk Dalam ibukota Kabupaten Nias Selatan,Sumatera Utara, telah dikenal sebagai tempat berselancar sejak 30 tahun silam.” Ombak besar dengan pohon-pohon kelapa itulah yang menarik peselancar datang”. Di pantai sorake inilah salah satu surganya para pemain selancar, sehingga sering diadakan kejuaraan surfing bertaraf internasional. Karena kedua pantai ini, maka ditemukan sangat banyak tempat-tempat surfing di bagian pulau Nias yang lain seperti Asu Island, Bawa Island, Afulu Beach dan Pulau-pulau Telo. Nama dan Karakter Surf Point di Nias :
1. Asu
asu

Dengan jajaran nyiur sebagai latar belakang, ombak ini di ujung pulau Asu, ujung utara pulau Hinako ( Hinakos Island) panjang dan hampir berbentuk left barel, ombak disini mampu membungkus dengan ukuran hingga mencapai 5 meter. Hanya untuk peselancar ahli.

2. Bawa
Bawa

Ombak right-hand reef peak ini bisa mencapai 1.5 hingga 5 meter. Banyak dijadikan sebagai obyek foto dengan hasil yang terkadang menggambarkan ombak yang asyik untuk diajak bermain.

3. Indicators (Lagundri & Sorake beach area)
Lagundri Jalan sedikit kearah kanan dari The point akan bertemu dengan hollow right-hand reef yang sering kali melawan arah angin. Pada tides yang rendah, ini merupakan spot berbahaya.

4. The Point (Lagundri & Sorake beach area)
Ombak right hander yang sering masuk majalahsurfing ini sudah dikenal banyak orang sejak tahun 70-an. Gerakan ombaknya sering kali muncul melebar hingga ketepian dengan ketinggian 1 hingga 4 meter lebih. Bicara soal pantai lagundri memang tidak ada habisnya, ada banyak orang mancanegara membicarakan pantai ini, salah satunya disini, memang pantai ini tidak jauh beda dengan pantai bali, tapi tidak tahu sekarang ya, semoga pemerintah memperhatikannya, begitu juga dengan pantai yang lain...

Hahahaha nias memang indah, bangga jadi anak nias....!!!
semoga bermanfaat...!!!
Klik disini untuk mendapatkan artikel menarik seputar Dunia Komputer
⇧
Top